Mengenal Beberapa Curug ( Air Terjun ) di Serang Banten – Indonesia
1.Curug Betung - Serang

Curug Betung berada di perbukitan bersebelahan dengan Rawa Danau,
terlihat keindahan alam yang mempesona akan tetapi tidak adanya
pengelolaan yang
serius membuat lokasi ini kurang dikenal masyarakat luar daerah. Ketinggian curug ini hanya berkisar 1,5 m saja.
Lokasi
Terletak di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Propinsi
Banten. Peta dan Koordinat GPS: 6° 10' 30.34" S 105° 54' 32.54" E
Aksesbilitas
Berjarak sekitar 4 km dari jalan
Raya Palka dengan kondisi jalan setapak makadam.
Sumber : https://
sites.google.com/site/wisataairterjun/banten-1
2. Curug Cigumawang - Serang

Curug Cigumawang memiliki ketinggian terjunan
air
sekitar 40 m. Sumber mata air Curug Cigumawang berasal dari Gunung
Buntu. Di pusat sumber mata air ini terdapat batu besar yang menutupi
sumber air tersebut sehingga membentuk aliran sungai kecil yang mengalir
disebelah kanan curug tersebut. Di lokasi curug ini sering digunakan
untuk kegiatan panjat tebing, perkemahan dan outbound.
Nama Cigumawang dalam bahasa sunda berarti bawang. Konon dahulu sekitar
tahun 70 an masyarakat sekitar curug ini jika melihat jatuhan air curug
tersebut dengan debit airnya yang masih deras membentuk menyerupai
bawang. Bahkan menurut orang tua disana, jikakalau orang yang
berpacaran berkunjung ke Curug ini pasti akan menikah. Selain itu juga
air dari Curug Cigumawang ini bisa menyembuhkan segala penyakit.
Lokasi
Terletak di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang,
Propinsi Banten.
Koordinat GPS: -8.370461, 115.176187
Aksesbilitas
Berjarak sekitar 25 dari kota Serang (
Terminal
Pakupatan Serang) ke arah Ciomas atau sekitar 5 km ke arah barat lokasi
wisata Pemandian Air Cirahab. Jika dari jalan raya Cinangka berjarak
10 km ke arah selatan.
Untuk menuju curug ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun
pribadi sekitar 1 jam dari Kota Serang. Ada dua pintu masuk menuju
lokasi ini, salah satunya melalui pasar Padarincang
Jika menggunakan kendaraan umum dari Kota Serang, perjalanan dimulai
dari Terminal Pakupatan Serang naik angkot warna biru jurusan Kebon
Jahe (ongkos Rp 2000 dengan waktu tempuh sekitar 15 menit). Selanjutnya
berganti angkot (warna angkot hijau atau kuning) dengan jurusan Pasar
Padarincang (ongkos Rp 7000 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam). Dan
akhirnya setelah sampai dipasar Padarincang dilanjutkan dengan berjalan
kaki melalui pematang sawah, kebun dan menyebrangi sungai menuju lokasi
dengan jarak tempuh sekitar 1 km (atau sekitar 30 menit waktu tempuh
yang dibutuhkan).
Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 2500 per orang, dimana gardu tiketnya berada
kira-kira di tengah perjalanan menuju curug tersebut. Harga parkir resmi
belum tersedia karena ketiadaan lahan parkir sehingga pengunjung dapat
menitipkan kendaraannya ke penduduk setempat di areal halaman rumahnya.
Biaya parkir umumnya berkisar Rp 3000 per kendaraan.
Fasilitas dan Akomodasi
Di sekeliling lokasi air terjun terdapat beberapa fasilitas umum yang
cukup lengkap seperti warung, mushola, bumi perkemahan, ruang ganti dan
toilet, tapi
sayang
semuanya dalam kondisi yang kurang terawat. Selain itu akses jalan
menuju lokasi masih berupa tanah atau belum diaspal dan juga ketiadaan
lokasi parkir.
Juga papan petunjuk menuju area wisata ini juga tidak ada sehingga
pengunjung harus rajin bertanya kepada penduduk sekitar untuk mengetahui
keberadaan lokasi air terjun tersebut.
Sumber :
http://farida-hartati.blogspot.com/2009/03/curug-cigumawang-sebuah-potensi-yang.html
http://www.wisatabanten.com
3. Curug Gendang - Pandeglang

Pada awalnya, curug yang berada sekitar 170 meter di atas permukaan laut (dpl) dan berasal dari
hulu
mata air Gunung Panganjaran ini bernama Curug Citajur. Namun karena
suara air terjunnya yang mirip dengan suara gendang atau tambur,
masyarakat setempat kemudian menamainya Curug Gendang. Curug Gendang ini
memiliki terjunan air setinggi 7 meter dengan kedalaman kolamnya 13
meter dan luas 10 meter. Konon kawasan Curug Gendang merupakan tempat
yang cukup bersejarah bagi perjuangan bangsa pada masa penjajahan
Belanda dahulu karena sempat dipakai sebagai wilayah persembunyian para
pahlawan saat peperangan.
Lokasi
Terletak di Kecamatan
Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Peta dan Koordinat GPS: 6° 19' 11.04" S 105° 51' 1.27" E
Aksesbilitas
Dari jalan raya Carita berjarak sekitar 2 km, (30 menit berkendara) atau
sekitar 3,5 km dari Taman Wisata Alam Carita. Setelah sampai di areal
parkir atau pos jaga perjalanan dilanjutkan dengan berjalan
kaki
melewati jalan setapak sekitar 1 km hingga tiba di lokasi. Kondisi
jalan setapak ini berliku, menanjak dan menurun dengan kontur jalan yang
berbatu dan cukup licin.
Tiket dan parkir
Harga tiket masuk adalah Rp 2500 per orang.
Fasilitas dan Akomodasi
Di kawasan
ini terdapat beberapa
home
stay, pesanggrahan, dan wisma dengan berbagai tipe untuk tempat
menginap. Selain itu juga tersedia areal camping ground yang kerap kali
digunakan pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar Rp.10000 per
orang untuk satu malam. Berbagai fasilitas lainnya juga tersedia,
seperti areal parkir, pos jaga dan toilet. Warung-warung penjual
makanan dan minuman pun ada di areal lokasi ini sehingga pengunjung
tidak akan kelaparan bila berkunjung ke curug ini.
Sumber :
http://kenalidankunjungiobjekwisatadipandeglang.freehostia.com
http://www.wisatamelayu.com
4. Curug Lawang - Serang

Curug Cikoleat ini terletak di dalam hutan sehingga tidak banyak yang
mengetahui keberadaan air terjun ini, hanya sebagian masyarakat lokal
saja yang mengetahui keberadaannya.
Lokasi
Terletak di Kampung Cisirih, Desa Cikoleat, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Propinsi Banten.
Peta dan Koordinat GPS:
Aksesbilitas
Berjarak sekitar 10 km dari pemukiman warga dan hanya dapat ditempuh
melewati jalan setapak. Kondisi jalan menuju kesana cukup terjal
sehingga sulit untuk ditempuh dengan kendaraan. dapat dicapai dengan
mudah dari Jalan Raya Karang Bolong, di Kp. Ciparay, Desa Sindanglaya,
Kec. Cinangka.
5. Curug Sawer - Pandeglang

Dinamakan Curug Sawer karena pancuran dan jangkauan air jeramnya seperti
hujan, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan Curug
Sawer (air yang selalu menyawer). Curug Sawer terdiri dari dua air
terjun, satu bernama Curug Lalakina yang berada di bagian atas dengan
ketinggiannya mencapai 25 m, sedangkan yang berada dibagian bawah adalah
Curug Bikang yang ketinggiannya sekitar 7 meter. Di bagian bawah
permukaan air Curug Bikang terdapat gua bawah air yang panjangnya
mencapai 8 km dan berujung di daerah Muara daerah Babakan Nangka. Curug
Sawer banyak menyimpan mitos tradisional, terutama di bagian Curug
Bikang, konon di curug ini bersemayam buaya putih yang menjaga
keperawanan Curug Bikang dari pengaruh ulah kotor manusia. Buaya ini
selalu menampakan diri sebagai kakek tua jika bulan purnama tiba.
Selain itu tempat ini pula sering dijadikan sebagai tempat bersemedi
terutama di bagian batu
datar yang tertutup semak belukar di Curug Lalaki dan ada pula yang bersemedi di atas Curug Bikangnya.
Lokasi
Terletak di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Peta dan Koordinat GPS:
Aksesbilitas
Berjarak kurang dari 1 km dari pusat kecamatan Cigeulis dan dapat
ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit atau berkendara
dengan sepeda
motor.
Sumber :
http://mitrapustakauntirta.blogspot.com/2009/12/rekomendasi-wisata-alam-cigeulis.html
6. Curug Putri - Pandeglang

Curug Putri ini berada dikawasan
Gunung Pulosari membuat lokasi curug ini berada ditempat ketinggian, sehingga untuk mencapainya memerlukan pendakian yang berliku dan
stamina yang
prima.
Lokasi
Terletak di Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten
Peta dan Koordinat GPS:
Aksesbilitas
Berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Pandeglang dengan rute yang
ditempuh Kota Pandeglang – Mengger menuju Mandalawangi – Cilentung –
Curug Putri. Kondisi jalan menuju ke sana cukup bagus akan tetapi
sempit dan berkelok. Sesampainya belokan ke arah Gunung Pulosari jalan
masih berbatu dan terjal.
Dari kota tangerang arahkan kendaraan ke Menger, sesampainya di
pertigaan Menger ambil jalur lurus ke arah Mandalawangi. Sesampainya di
pasar Pari ambil jalur lurus ke arah Carita hingga tiba di Desa
Ciletung, Di desa ini ada plang petunjuk berwarna hijau dengan tulisan
“1. Air Terjun Curug Putri dan 2. Kawah Gunung Pulosari”. Ambillah
belokan ke kiri ke arah Gunung Pulosari.
Bagi yang menggunakan kendaraan umum Dari Kota Pandeglang naik angkutan
kota menuju Mengger. Dari Mengger ganti angkot dengan trayek menuju Desa
Pari.. Selanjutnya dari desa Pari diteruskan dengan menggunakan ojeg
atau berjalan kaki ke pos pintu masuk lokasi curug.
Setibanya di pos pintu masuk di Desa Ciletung perjalanan diteruskan
dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang berbatu sekitar 2 km ke
lokasi curug berada.
Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 5000 perorang.
Wisata Lain
Tak jauh dari dari lokasi wisata ini sekitar 800 m terdapat Kawah
Pulosari. Selain itu juga terdapat objek wisata lain berupa sumber air
panas.
Copas dari post Sumuranje Network
Semoga yang punya blog memberi restu